Lp2km 19 Des 2016

Tingkatkan Kualitas, 128 Dosen UIR Ikuti Pelatihan Applied Approach (AA)

Sebanyak 128 Dosen Universitas Islam Riau (UIR), mengikuti pelatihan Applied Approach (AA) Mandiri yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Kajian Kontrol Mutu (Lp2km) UIR yang berkerjasama dengan Kopertis Wilayah X. Pelatihan AA mandiri ini akan berlangsung selama tiga, yakni mulai 19-21 Desember 2016 di aula gedung pascasarjana UIR.

Ketua Kopertis X wilayah Riau, Kepulauan Riau, Jambi dan Sumatera Barat, Prof. Dr. Herri, SE., MBA saat membuka pelatihan AA Mandiri tersebut mengatakan pentingnya bagi perguruan tinggi untuk terus mengingkatkan kualitas lembaga pendidikan yang dikelolanya. Kualitas pendidikan pada suatu perguruan tinggi bisa dilihat dari peringkat akreditasi program studi yang dimilikinya. 

Akreditasi program studi yang tertinggi adalah nilai A dan yang paling rendah adalah nilai C. Untuk mencapai kualitas yang baik bagi perguruan tinggi tersebut, menurut Herri pentingnya pentingnya perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas kompetensi dosen.

“60 persen komponen kualitas perguruan tinggi tersebut terletak pada kompetensi dosen yang ia miliki. Oleh karenanya pentingnya perguruan tinggi memperhatikan kualitas kompetensi dosen ini,” kata Ketua Kopertis X, Prof. Dr. Herri, SE., MBA tersebut.

Dikatakan Herri, pelatihan AA Mandiri yang ditaja oleh UIR ini merupakan salah satu bentuk dalam meningkatkan kompetensi dosen dalam mengajar. Pelatihan AA ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas dan integritas dosen, serta memberi nilai tambah bagi pengembangan karir dosen.

“Pelatihan AA ini sangat penting bagi dosen, ibarat mengemudi pelatihan AA ini adalah SIM (surat izin mengemudi). Apabila dosen sudah mengikuti pelatihan AA makan barulah ia dianggap sudah memenuhi syarat menjadi seorang dosen untuk mengajar. Oleh karena itu saya sangat berharap sekali seluruh dosen yang menjadi peserta pelatihan AA kali ini manfaatkanlah pelatihan ini dengan serius” ujar Herri.

Herri mengungkapkan ada 8000 ribu dosen yang ada di wilayah kopertis X, 50 persen diantaranya adalah tenaga pendidik tanpa jabatan fungsional. Padahal menurut Herri, jabatan fungsional merupakan syarat menjadi seorang dosen.

“Tanpa jabatan fungsional mereka belum bisa dikatakan dosen,”ungkap Herri. 

Sementara itu, Rektor UIR. Prof. Dr. Detri Karya, SE., MA, dalam sambutannya mengatakan pelatihan AA Mandiri ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan oleh UIR dengan bekerjasama dengan Kopertis Wilayah X. Tahun 2015 lalu juga telah dilaksanakan pelatihan serupa.

Rektor UIR juga menyebutkan, UIR saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan yang menuntut untuk disikapi dengan cepat. Tantangan yang paling serius itu adalah tantangan untuk bersaing yang tak terelakkan baik ditingkat lokal, nasional maupun tingkat internasional.

“Untuk mampu bersaing kita harus meningkatkan kualitas dan mutu. Hari ini semua orang berpacu dalam proses tersebut. Oleh karenanya juga tidak boleh lengah, hingga orang melewati kita,”katanya.

“Kita betul-betul serius ingin meningkatkan kemampuan dosen kita, salah satunya adalah dengan melaksanakan kegiatan pelatihan seperti ini dengan tujuan agar dosen kita semakin berkualitas yang pada akhirnya nanti kita harapkan visi UIR unggul 2020 itu bisa tercapai dengan baik,”sambung Rektor UIR. Prof. Dr. Detri Karya, SE., MA.

Dalam pelatihan AA Mandiri nantinya, peserta akan diberi  materi berupa Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi dan Daya Saing lulusan, Pengembangan diri seorang dosen, Pengembangan kurikulum, Pengembangan matakuliah, Metode pembelajaran soft skill, Teknik penilaian kelas, Metode pembelajaran berbasis TIK, Metode penilaian untuk softskill, Bahan Ajar (modul, diktat, buku ajar) dan Penelitian tindakan kelas.

[ Adm-UIR ]